Home / Ekonomi / PT. Timah Tbk Menggelar RUPSLB dan Jumpa Pers di Hotel Borobudur Jakpus.

PT. Timah Tbk Menggelar RUPSLB dan Jumpa Pers di Hotel Borobudur Jakpus.

RAJAWALI CITRA NEWS. Com, JAKARTA – Untuk Tahun 2017 ini Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) rangkul tiga perusahaan milik BUMN anatara lain PT Antam Tbk (ANTAM), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), dan PT Timah Tbk (TINS). Perubahan Anggaran Dasar Perseroan terkait perubahan status Perseroan dari Persero menjadi Non-Persero, Langkah tersebut sesuai dengan paraturan Pemerintah (PP) Nomor 47 Tahun 2017 tentang Penambahan Penyertaan modal Negara Republik lndonesia ke dalam Modal Saham PT lnalum (Persero).

RUPSLB tiga perusahaan  dilaksanakan di Hotel Borobudur Jakarta,  Rabu (29/11). PT Antam Tbk pada pukul 09.00-11.00 WIB, PT Timah Tbk pada pukul 13.00-15.00 WlB, dan terakhir PT BUklt Asam Tbk pukul 15.00 WIB -1700 WiB. RUPSLB PT Timah Tbk dan PT Antam Tbk adalah persetujuan tentang perubahan Anggaran Dasar Perseroan terkait perubahan status Perseroan dari Persero menjadi Non-Persero sehubungan dengan PP 47/2017 tentang Penambahan Penyertaan modal Negara Republik Indonesia ke dalam Modal Saham PT Inalum (Persero).

Berdasarkan PP tersebut sebanyak 15.619.999.999 saham seri B milik negara di PT Antam Tbk dialihkan kepada Inalum sebagai tambahan penyertaan modal negara. Dengan demikian sesuai PP 47/2017 saham Seri B PT Antam Tbk akan dimiliki Inalum sebanyak 65% dan publik 35%. Sedangkan saham Seri A PT Antam Tbk yang merupakan saham pengendali tetap dimillki negara.

“Bagi PT Antam Tbk, Holding BUMN lndustri Pertambangan akan memperkuat posisi perusahaan dalam rangka penclptaan nilai tambah dan optimalisasi cadangan mineral. Antam akan bersinergi dengan Inalum. Timah, dan Bukit Asam untuk bersama-sama menjalankan strategi investasi, eksplorasi. pengembangan sumber daya manusia, serta dalam pengembangan dan penelitian,” kata Direktur Utama PT Aneka Tambang Tbk, Arie Prabowo Ariotedjo kepada reporter Rajawali Citra news. com

Sementara itu, sebanyak 4.841.053.951 saham Seri B milik PT Timah Tbk, atau 65%, dialihkan kepada lnalum sebagai tambahan penyertaan modal negara dan saham Seri A PT Timah Tbk yang merupakan saham pengendali tetap dimiliki negara.

“Efisiensi akan menciptakan klnerja keuangan menjadi lebih balk. Dengan bersatu (menjadi holding), kemampuan skill SDM juga membaik karena kami akan sharing knowledge,” jelas Direktur Utama PT Timah Tbk, Mochtar Riza Pahlevi Tabrani.

Berbeda dengan PT Antam Tbk dan PT Timah Tbk, agenda utama RUPSLB PTBA mencakup tiga hal, yakni persetujuan perubahan Anggaran Dasar Perseroan terkait perubahan status Perseroan dari Persero menjadi Non-Persero sehubungan dengan PP 47/2107 tentang Penambahan Penyertaan modal Negara Republik Indonesia kedalam Modal Saham PT Inalum (Persero), Persetujuan Pemecahan Nominal Saham (SfOCk Split) dengan mengubah ketentuan pasal 4 Anggaran Dasar Perseroan, dan Perubahan susunan Pengurus Perseroan.

Sesuai PP 47/2017. sebanyak 1.498.087-499 saham Sen B milik PT Bukit Asam Tbk; aiau sebanyak 65.02%, dialihkan kepada lnalum sebagai tambahan penyertaan modal negara dan saham Seri A PT BUkit Asam Tbk yang merupaka” saham pengendali tetap dimiliki negara.

“Dengan adanya holding inl, tentu akan mempercepat visi PTBA menjadi perusahaaan energi kelas dunia ke depan. Dengan sinergi. maSing-maslng perusahaan anggota holding saling support untuk menjadi yang terbaik,” jelas Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk, Arviyan Arifin.

Dengan beralihnya saham pemerintah RI ke lnalum, ketiga perusahaan tersebut resmi menjadi anggota Holding BUMN lndustri Pertambangan, dengan lnalum sebagai induknya (Holding). Sesuai dengan PP 72 Tahun 2016, meski berubah statusnya, ketiga anggota holding itu tetap diperlakukan sama dengan BUMN untuk haI-hal yang sifatnya strategis. Negara memiliki kontrol terhadap ketiga perusahaan itu, balk secara langsung melalui saham Serl A Dwi Warna, maupun tidak langsung melalui PT lnalum (Persero).

Pembentukan Holding BUMN lndustri Pertambangan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas usaha dan pendanaan, pengelolaan sumber daya alam mineral dan batubara, peningkatan nilai tambah melalui hilirisasi dan meningkatkan kandungan lokal. serta efisiensi biaya dari sinergi yang dilakukan.
Dalam jangka pendek, holding baru ini akan segera melakukan serangkaian aksi korporasi, di antaranya pembangunan pabrik smelter grade alumina di Mempawah.

Kalimantan Barat. dengan kapasitas sampai dengan 2 juta ion per tahun. pabrik feronlkel di Bull, Halmahera Timur, berkapasitas 13.500 ton nikel dalam feronikel per tahun, dan pembangunan PLTU di lokasi pabrik hilirisasi bahan tambang sampai dengan 1.000 MW.

Dalam jangka menengah holding BUMN lndustri Pertambangan akan terus melakukan akuisisi maupun eksplorasi wilayah penambangan, integrasi, dan hilirisasi. Sementara dalam jangka panjang, holding ini akan masuk sebagai salah satu perusahaan yang tercatat dalam 500 Fortune Global Company.

Penulis : Jojoe Feroz

Editor. : Darius Manurung / Gariand Toar.

About Rajawali Citra News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Kongres IDTN PNS RI Mendapat Respon Dari Perwakilan Perguruan Tinggi Se-Indonesia.

RAJAWALI CITRA News. Com, JAKARTA – Ikatan Dosen Tetap Non PNS Republik ...