Home / Kesehatan / RS. Bunda Jakarta Memberikan Edukasi Tentang Penyakit Diabetes.

RS. Bunda Jakarta Memberikan Edukasi Tentang Penyakit Diabetes.

RAJAWALI CITRA NEWS. Com, JAKARTA – Setiap tahunnya sebagai hari diabetes sedunia. Ini untuk
meningkatkan kesadaran masyarakat akan penyakit diabetes yang berbahaya.

Karna Diabetes adalah penyakit kronis yang disebabkan oleh produksi insulin tidak mencukupi
kebutuhan tubuh atau karena insulin tidak bekerja secara efektif, sehingga mengakibatkan
gula darah meingkat. Insulin merupakan hormon yang dihasilkan oleh kelenjar pankreas dan
bekerja sebagai transport gula darah sehingga dapat digunakan sel tubuh menjadi energi.
Insulin merupakan hormon untuk mengatur kadar gula darah dengan menurunkan kadar
gula darah bila melebihi kadar normal.

Kadar gula darah yang tinggi (disebut juga hiperglikemia) dalam waktu lama menyebabkan
kerusakan/ komplikasi pada organ-organ tubuh penting. Diabetes mempunyai dampak
kesehatan yang serius karena dapat menyebabkan komplikasi berat pada berbagai organ
tubuh seperti ginjal, mata, pembuluh darah, jantung, saraf, dan otak. Komplikasi tersebut
menyebabkan disabiltas dan gangguan kesehatan yang mengancam jiwa.

Ada 4 tipe diabetes, yaitu 1). diabetes tipe 1 yang disebabkan proses autoimun, yaitu sel
kekebalan tubuh menyerang sel beta pankreas, sehingga sel beta tidak dapat memproduksi
insulin dalam jumlah cukup; 2) diabetes tipe 2 yang lebih disebabkan akibat sel tubuh tidak
dapat berespons dengan baik terhadap insulin (resistensi insulin).

Hal itu disebabkan oleh
gaya hidup yang menyebabkan kegemukan dan obesitas dan meningkatnya proporsi lemak
tubuh; 3) diabetes gestasional (dalam kehamilan); 4) diabetes tipe lainnya. Berbeda dengan
dewasa, diabetes pada anak 90% merupakan diabetes tipe 1, walaupun demikian proporsi
dan angka kejadian diabetes tipe 2 menunjukkan peningkatan pada dekade terakhir ini
seiring dengan meningkatnya kejadian gizi lebih dan obesitas.

Data registry Diabetes Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mencatat 1222 pasien diabetes anak (1142 DM tipe 1 dan 82 orang dengan DM tipe 2) di Indonesia. Angka ini menunjukkan
peningkatan bila dibandingkan tahun 2009 yang hanya berjumlah 156 pasien. Tentu saja
angka tersebut dapat di bawah jumlah pasien yang seharusnya ada dalam masyarakat,

Untuk data registry IDAI hanya diambil dari pasien yang berobat pada anggota UKK
Endokrinologi IDAI. Gejala diabetes pada anak dapat menyerupai penyakit lainnya, sehingga perlu diwaspadai. Bila anak banyak makan (polifagia), banyak minum (polidipsi), banyak kencing (poli uria), namun berat badan nya turun dalam waktu relatif cepat orangtua perlu membawa anaknya
ke dokter agar dapat dievaluasi kemungkinan diabetes. Polifagi, polidipsi, dan poliuri dikenal
dalam kalangan medis sebagai gejala 3P. Anak yang sudah tidak ngompol, tapi kemudian
ngompol lagi juga perlu diwaspadai. Perlu pula diwaspadai kondisi kegawatan pada diabetes
anak yaitu ketoasidosis diabetikum (KAD). Kondisi ini dapat menyebabkan anak dehidrasi
berat, penurunan kesadaran, dan mengancam jiwa. Sehingga bila pada anak dengan gejala
[1/12 11:04] Wa J2 Ku: 3P tadi dengan bera badan turun kemudian mengalami lemas, sakit perut, muntah-muntah perlu waspada akan KAD tersebut.
Tatalaksana diabetes pada anak bertujuan agar 1) kontrol metabolik (HbA1c dan gula darah) mendekati normal; 2) anak nyaman dengan pola tatalaksana harian, sehingga dapat
mencapai kualitas hidup terbaiknya; 3) anak dapat tumbuh fisik secara optimal, juga
kematangan psikologisnya; 4) menghindari komplikasi akut (hipoglikemia dan ketoasidosis
diabetikum) dan kronis (gangguan fungsi organ penting); dan 5) Anak dapat secara bertahap
mandiri mengkontrol diabetes yang dialaminya. Tatalaksana tersebut meliputi pengobatan
dengan obat-obatan, pengaturan makan, monitoring, olahraga, dan edukasi. Untuk diabetes
tipe 1 pengobatan medis harus dengan injeksi insulin, karena tubuhnya tidak dapat memproduksi insulin sendiri. Regimen insulin dan dosis insulin diatur secara individualistik sesuai dengan pola makan dan aktivitas anak sehari-hari.

Asupan makan sehari-hari juga perlu diatur agar dapat menjamin tumbuh kembang anak, sambil tetap menjaga kadar gula darah dan metabolik tetap terkontrol. Tetap terkontrol berarti dalam kisaran normal target gula darah yang diinginkan, yaitu antara 70-150 mg/dL (sebelum makan) dengan kadar HbA1c <7-7,5%. Untuk itu sangat diperlukan pemantauan ketat gula darah harian, demikian pula kadar HbA1c, selain juga parameter pengobatan lainnya seperti pola pertumbuhan dan perkembangan anak, dan deteksi dini komplikasi. Dengan tatalaksana mandiri yang baik dengan dukungan dan pemantauan tenaga kesehatan, anak dengan diabetes dapat tumbuh kembang sehat dan optimal seperti anak ainnya. Penulis. : Jojie Feroz. Editor. : Darius Manurung.

About Rajawali Citra News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Kongres IDTN PNS RI Mendapat Respon Dari Perwakilan Perguruan Tinggi Se-Indonesia.

RAJAWALI CITRA News. Com, JAKARTA – Ikatan Dosen Tetap Non PNS Republik ...